Etre Fort yang saya ambil dari bahasa French adalah menjadi kuat..
menjadi kuat di kehidupan ini tidaklah mudah..
Aku telah mencoba berbagai upaya untuk mengungkapkan keinginanku kepada ayah dan bunda..
mereka tidak mendengarkanku, aku diacuhkan..
mereka masih asik dengan pertengkaran mereka yang aku tidak mengerti
aku ada ditengah-tengah mereka hanya termenung bingung apa yang harus aku lakukan saat itu umurku baru saja menginjak 7 tahun, apa yang harus dilakukan anak SD kelas 2 ini untuk menghentikan semua ini..
adikku sudah menangis di dalam kamar mungkin suara keras ini terlalu menggangu tidurnya yang nyenyak dan indah menjadi mimpi buruk..
aku berlari ke arah kamar adikku dan memeluknya menenangkannya..
aku terus membisikan ditelinga bayi kecil ini "berhentilah menangis cantik ada aku disini.." pelukanku erat berusaha melindunginya.. andai saja aku memiliki kekuatan super untuk menghilangkan segalanya termasuk diriku.
Aku meraih botol susu kosong dan membuat susu formula seperti biasa yang bunda ajarkan.
Memberikannya susu ternyata membuatnya diam namun suara diluar kamar masih saja berisik..
Ayah Bunda aku benci suara berisik ini kapan kalian duduk berdampingan tidak bertengkar seperti ini aku lelah sangat lelah..
jam sudah menunjukan jam 23.00 WIB bunda memilih pergi dari rumah tanpa membawa kami dan hanya ada ayah di situ terduduk lemah..
sebenarnya aku tau jika semua ini salah ayah yang selalu senang berfoya-foya dengan harta bunda dan bunda marah karena tidak ada uang dan makanan lagi dirumah kami..
aku hanya bisa mendengar debuman pintu dan tidak bisa mencegah bunda untuk pergi dimalam hari entah kemana.. tampaknya ayah juga tidak tau
ku bawa adikku kekamar ku sepertinya malam ini adik cantik ini harus tidur bersamaku, aku akan melindunginya bagaimanapun caranya..
Pagi hari datang melalui sedikit celah di jendela membangunkannku, adikku sudah bangun asik dengan jempol yang dihisapnya..
Sepertinya popok yang digunakannya sudah penuh aku harus segera menggantinya agar dia nyaman..
untung saja terkadang adikku mengerti keadaan memuakan ini..
Diluar kamar sepertinya belum ada yang terbangun atau pulang lagi kerumah ini..
yasudah jika itu yang mereka inginkan aku juga bisa melakukan semuanya sendiri keadaan ini seperti mengajarkanku sebagai kakak yang kuat walau aku perempuan aku harus sekuat baja..
rasa lapar yang sudah menggelitikku sejak malam tadi pun tidak aku hiraukan aku emnggati popok dan mengganti baju adikku yang masih 7 bulan ini dengan hati-hati..
Melihatnya tetap gembira membuatku iri bagaimana caranya bisa segembira dirinya aku iri..
Tapi saat melihat dan mendengarnya menangis menggoreskan hatiku..
Aku menggendongnya dan mengajak keluar dari kamar sambil memberinya susu..
Aku terduduk di teras ditemani suara kicauan burung di pagi hari..
Botol susu yang sudah kosong pun dibuangnya ke bawah seperti kebiasannya.
Mungkin sambil menunggu bunda akan pulang dan menjelaskan padaku keadaan apa ini.
Tak ada tempatku mengadu dan bersandar selain diriku sendiri saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar